Jakarta – Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya mengalami musibah saat melintasi perairan Selat Bali pada Kamis (03/07/2025) dini hari. Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, dilaporkan tenggelam setelah mengalami gangguan pada ruang mesin.
Kapal jenis Ro-Ro Passenger Ferry tersebut mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru.
Menurut Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setyabudi, kapal mengalami kebocoran pada ruang mesin yang menyebabkan mesin mati total (blackout) dan kapal terseret arus sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam sekitar pukul 00.22 WITA.
“Untuk sementara jumlah manifest total 53 orang dan kru 12 orang,” ujar Wahyu.
Hingga Kamis pagi pukul 09.15 WIB, Posko Layanan Informasi mencatat 29 orang berhasil diselamatkan dan 4 orang dinyatakan meninggal dunia. Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Adapun nama-nama korban selamat yang berhasil diidentifikasi antara lain Sandi, Romi Alfa Hidayat, Saroji, Mansun, Wajihi, Ansori, Riko Krafsanjani, Sinyo, Ely, Wahyudi, dan Saiful Munir. Sementara empat korban meninggal yang telah terkonfirmasi adalah Anang Suryono (59), Eko Sastriyo (51), Elok Rumantini (34), dan Cahyani (45).
Seluruh korban saat ini berada di wilayah Jembrana, Bali. Sementara itu, pihak keluarga korban maupun kru terlihat berkumpul di ruang tunggu Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi untuk mencari kabar terkait kondisi anggota keluarga mereka.
KMP Tunu Pratama Jaya sendiri diketahui dibuat pada tahun 2010 di galangan kapal Kalimas, Balikpapan. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan berkala dan prosedur keselamatan di jalur pelayaran padat seperti Selat Bali.